Tak Sehangat Mentari
Keping sukacita menari gemulai
Iringi langkah ceria bersarung gelora semangat
“Kan kupersembahkan bintang tercantik
untukmu”
Langkah terseok goyah
Limbung bagai lelayang
terombang-ambing badai lautan ilmu
Tanganhati memadu tangistawa
Satu tangga langit terlewat
Berlari mencuri hati sang Pembawa takdir
Bergelut onakduri sepanjang menit, detik
Sepanjang usiaku mencari dalam setiap hela nafas perih
Tiada bersua tiada celoteh menggoda
Kenangan abadi tersimpan rapi dalam kembara hati
“Adakah secuil namaku masih kau simpan?’
Kala sang fajar membawamu kembali
Dalam kilauan mimpi terindah
Pupus sudah harapan cita, cinta
kusimpan rapat
Senyuman kasih terlukis bibir
malaikat kecil bersayap
Harta berharga dalam dekapan hangat belahan jantungmu
“Papah, mari kita terbang menuju istana awan”
Sesaat tergugu, mati rasa tiada
bernyawa
Rindu tersia-sia, nelangsa
Sahabat, masihkah tersisa ruang kosong itu?
Seperti janjimu
*********************
No comments:
Post a Comment