Guruku,
Musuh Manisku
By:
Mutiara Sakha
Kenangan manis bersama guru-guru galak dan aneh adalah memori indah yang
pantas untuk dikenang bahkan dirindukan sebagai pemanis masa remaja. Ada
beberapa guru yang sangat terkenal galaknya saat itu, kebanyakan adalah guru
eksakta antara lain Matematika, Kimia dan Fisika. Ketiga pelajaran itu memang
menjadi momok menakutkan bagi para siswa. Dengan cara pengajaran mengerikan plus menegangkan jadilah jam
pelajaran seakan-akan menjadi neraka
menakutkan sepanjang detik menit berjalan. Sebenarnya para guru sudah berusaha
untuk menyampaikannya dengan menarik akan tetapi karena para siswa sudah
terlanjur apriori dengan ketiga
pelajaran di atas sehingga secantik apapun
dan sebagus apapun cara penyampaian materi tetap saja menyebalkan.
**********
Ada satu guru
non eksakta yang super unik bin galak,
sebut saja Mr. Wow, mengampu pelajaran sejarah. Pada setiap mata
pelajaran ini kami semua merasa horor
banget, suasana sunyi mencekam namun wangi seperti kuburan. Wangi dari
parfum Mr. Wow dan tegang karena
tatapannya yang tajam serupa mata elang. Benar-benar tidak nyaman dan tidak interesting. Pelajaran sejarah menjadi
sangat menjengkelkan, apalagi dengan materi bejibun. Alamak !! Serasa ingin terbang ke awan dan tidur
siang di sana ehh... Memanganya mau
gosong jadi ikan teri barangkali ya?
Begitu masuk ruangan Beliau menatap kami semua seakan mau ditelan
bulat-bulat. Akan tetapi aku dan sahabatku, Zan sudah mengatisipasinya dengan
trik yang entah darimana datangnya.
Sebelum pelajaran di mulai kami berdua berdiskusi
dahulu mengenai cara-cara ampuh untuk mengatasi hal ini. Akhirnya Zan mengatakan sebuah ide yang perlu agak aneh. ”Aku pernah baca dibuku lho
katanya ada acara untuk menghilangkan kemarahan seseorang biar berubah menjadi
baik.”
“Wah ide bagus, gimana carannya?” Lalu dengan berbisik Zan mengatakan caranya
dengan suara mantap. “Wah boljug tuh.” Aku nyengir sambil tak yakin akan
berhasil. Tapi apa salahnya dicoba. Kemudian tepat ketika Beliau masuk kelas, saat itu juga kami mulai komat
kamit menunduk sambil mencuri pandang ke arah wajahnya. Dan pada akhirnya
sebuah senyuman tersungging manis dari bibir Mr. Wow. Seketika itu juga membuat
ceria suasana kelas yang muram. Agaknya trik kami berhasil entah kenapa,
mungkin saja karena Beliau geli melihat para muridnya yang ketakutan atau
bingung melihat kami berdua yang aneh. Pada akhirnya satu jam pelajaran sejarah
pada hari itu cerah seperti cuaca pagi hari yang indah. Dan kami berdua? Tentua
saja masih heran dengan keadaan ini. Kok
bisa ya? Nah penasaran khan dengan trik ini. Sstt.. Jangan bilang-bilang ya ini
rahasia loh, tadi kami membaca Basmalah dan surat Al Fatikhah sebanyak seratus
kali. Tapi belum genap hitungannya ternyata sudah mampu membuat seulas senyum
manis muncul, seperti terbitnya matahari pagi. Benar-benar kenangan yang tak
terlupakan. Walaupun demikian Pak Guru yang unik ini sangat menguasai materi jika saja ditunjang dengan penyampaian yang
menarik tentulah akan lebih baik. Bagi kami,
para pahlawan tanpa tanda jasa itu telah mengatarkan para muridnya untuk
menyongsong masa depan yang lebih cerah.
Terimaksih Bapak dan Ibu guru semoga amal ibadah kalian akan mendapatkan hadiah
yang lebih indah dari-Nya.
********************
No comments:
Post a Comment