Wednesday, September 10, 2014

Guruku, Musuh Manisku



Guruku, Musuh Manisku
By: Mutiara Sakha


Kenangan manis bersama guru-guru  galak dan aneh adalah memori indah yang pantas untuk dikenang bahkan dirindukan sebagai pemanis masa remaja. Ada beberapa guru yang sangat terkenal galaknya saat itu, kebanyakan adalah guru eksakta antara lain Matematika, Kimia dan Fisika. Ketiga pelajaran itu memang menjadi momok menakutkan bagi para siswa. Dengan cara pengajaran  mengerikan plus menegangkan jadilah jam pelajaran seakan-akan  menjadi neraka menakutkan sepanjang detik menit berjalan. Sebenarnya para guru sudah berusaha untuk menyampaikannya dengan menarik akan tetapi karena para siswa sudah terlanjur  apriori dengan ketiga pelajaran di atas sehingga secantik apapun  dan sebagus apapun cara penyampaian materi tetap saja menyebalkan.

**********

Ada satu guru  non eksakta yang super unik bin galak,  sebut saja Mr. Wow, mengampu pelajaran sejarah. Pada setiap mata pelajaran ini kami semua  merasa horor banget, suasana sunyi mencekam namun wangi seperti kuburan. Wangi dari parfum  Mr. Wow dan tegang karena tatapannya yang tajam serupa mata elang. Benar-benar tidak nyaman dan tidak interesting. Pelajaran sejarah menjadi sangat menjengkelkan, apalagi dengan materi bejibun. Alamak !!  Serasa ingin terbang ke awan dan tidur siang  di sana ehh... Memanganya mau gosong jadi ikan teri barangkali ya?  Begitu masuk ruangan Beliau menatap kami semua seakan mau ditelan bulat-bulat. Akan tetapi aku dan sahabatku, Zan sudah mengatisipasinya dengan trik yang entah darimana datangnya.
Sebelum pelajaran di mulai kami berdua berdiskusi dahulu mengenai cara-cara ampuh untuk mengatasi hal  ini.  Akhirnya Zan mengatakan sebuah ide yang  perlu agak aneh. ”Aku pernah baca dibuku lho katanya ada acara untuk menghilangkan kemarahan seseorang biar berubah menjadi baik.”
“Wah ide bagus, gimana carannya?”  Lalu dengan berbisik Zan mengatakan caranya dengan suara mantap. “Wah boljug tuh.” Aku nyengir sambil tak yakin akan berhasil. Tapi apa salahnya dicoba. Kemudian tepat ketika Beliau  masuk kelas, saat itu juga kami mulai komat kamit menunduk sambil mencuri pandang ke arah wajahnya. Dan pada akhirnya sebuah senyuman tersungging manis dari bibir Mr. Wow. Seketika itu juga membuat ceria suasana kelas yang muram. Agaknya trik kami berhasil entah kenapa, mungkin saja karena Beliau geli melihat para muridnya yang ketakutan atau bingung melihat kami berdua yang aneh. Pada akhirnya satu jam pelajaran sejarah pada hari itu cerah seperti cuaca pagi hari yang indah. Dan kami berdua? Tentua saja masih  heran dengan keadaan ini. Kok bisa ya? Nah penasaran khan dengan trik ini. Sstt.. Jangan bilang-bilang ya ini rahasia loh, tadi kami membaca Basmalah dan surat Al Fatikhah sebanyak seratus kali. Tapi belum genap hitungannya ternyata sudah mampu membuat seulas senyum manis muncul, seperti terbitnya matahari pagi. Benar-benar kenangan yang tak terlupakan. Walaupun demikian Pak Guru yang unik ini sangat menguasai materi  jika saja ditunjang dengan penyampaian yang menarik tentulah akan lebih baik. Bagi kami,  para pahlawan tanpa tanda jasa itu telah mengatarkan para muridnya untuk  menyongsong masa depan yang lebih cerah. Terimaksih Bapak dan Ibu guru semoga amal ibadah kalian akan mendapatkan hadiah yang lebih indah dari-Nya.

********************

No comments:

Post a Comment