Wednesday, September 10, 2014

Romantika Jadul



Romantika Jadul
By: Mutiara Sakha


Pagi ceria di sebuah tempat kost yang ramai oleh kicau para penghuninya. Mereka saling berebutan untuk melaksanakan kewajiban yang menulikan telinga dan matikan rasa. Harus juga wajib untuk rela belajar seriosa tanpa not dan  apalagi nada dasar.
“Hoi cepetan dong udah  nggak nahan nih, perasaan dikit dong sama cowok paling keren disini. Apa jadinya kalau nanti aku kedapeten gaya ancur gini. Mati gaya dong!!”
“Iya nih, Nano lama amat jangan-jangan semaput dah.”
“Sabar sih sabar ya  tapi ya ga sabar juga bau pesing ginian.”
Riuh celotehnya mirip pasar yang  penuh sesak.

********

Bersiul sambil melihat kanan kiri bak supir delman Kinoy santai berkendara di pagi yang mulai panas apalagi kalau bukan utuk mangkal di bengkel motor tempatnya mencari satu dua tiga suap nasi.
“Oh My love, My Darling, “ senandungnya basi banget karena hanya dua kalimat itu yang dinyanyikan berulang-ulang. Nyebalin  nggak sih?
Bahkan kucing kesayangan Ninit anak ibu kost yang galak itu langsung ngibrit begitu mendengar nyanyian ancur Kinoy.
Baginya hidup itu indah dan kudu dinikmati bener-bener walaupun sebenernya hidupnya nggak pernah bener juga.
Bayangin aja dalam dua bulan cowok ini sudah ganti pekerjaan  tiga kali. Minum obat kali ya?
Tapi apa daya memang begitulah adanya, biar emaknya sendiripun terkadang masih tidak percaya bahwa ternyata bisa melahirkan anak yang aneh bin gokil seperti ini.
Hobynya miara ular gede dan ayam arab yang imut-imut, bingun juga khan?
Katanya lumayan kalau kepepet ayamnya bisa buat makanan si Ular gendut.  Kasian, kasian, kasian.
*****************
Untuk urusan cinta mencinta ini anak termasuk ancur juga sih. Dalam lima kali nembak rekor ditolaknya bisa bisa enam  kali. Lho kok bisa?
Ya, iyalah saking mangkelnya emak tercinta ditembak juga. Alhasil kepala benjol dengan sukses berat. Tengsin tuh.
Nah pagi ini dengan niat dan semangat  perjuangan empatlima, cowok itu pasang target kudu dapet cewek entah bagaimanapun bentuknya. Ehh.... tampangnya.

***************

Bibirnya yang selalu tersenyum hari ini tambah lebar dengan dahi yang lebar juga mirip lapangan bola sebelah bengkel.
“Hai, everybody. Gimana keren khan tampangku kali inia?”
“Ehh ... Sudah telat malah bergaya. Kerja sana.!!” Bos bengkel tiba-tiba datang tak diundang pulang tak diantar.
“Ya elah, Pak Bos. Sehat khan, gimana kabarnya hari ini.” Kinoy membungkuk hendak mencium tangan tanda menyogok.
“Udah kagak usah betingkah, Lu. Kebiasaan telat mulu,” Boss langsung pasang muka bebek. Wek wek wek...
“Awas. Lu  ye kalau saban ari telat, Gue pecat juga. Biar nambah daftar pemecatan, Elu!!”
Kinoy langsung ganti baju bengkel di kamar ganti belakang. Percuma berdebat emang salah kok.
Memang sudah beberapa hari ini telat melulu gegara para penghuni kost yang bertambah tanpa penambahan kamar mandi. Nasib ..nasib.
Ada satu kamar kost yang ditempati bertiga padahal secara aturan yang manusiawi harusnya kudu berdua aja. Kebayang nggak sih pengapnya juga sebelnya.
Iyalah, tambah populasi tambah pula akumulasi masalahnya.

***********

Siang itu ramai orang untuk servic motornya. Para pelanggan setia itu puas dengan
pelayanan bengkel karena ada fasilitas garansi dan cuci gratis. Enak nggak tuh?
Ada satu lagi fasilitas yaitu SMS gratis  untuk mengingatkan waktu servis bagi pelanggan.
Nah yang satu ini sering dipakai buat nambahin kadar iseng para montir yang kebanyakan masih bujangan alias nggak laku juga.
Maksudnya bila ada pelangga  cewek kece pasti pada ribut minta nomer Handphonenya. Dengan alasan yang norak banget.  Ada yang bilang mau mampir kalau kehujanan di jalan, ada juga yang bilang mau kasih kado  kalau ulang tahun. Nggak banget ....

************
“Tinn...tinnn.”
Seorang cewek masuk mengendarai motor matic, berkaos merah ketat dengan celana jeans pendek warna hitam. 
Wajah orientalnya manis dengan rambut di kuncir tinggi. Saking tingginya malah hampir nyangkut di genteng. Bohong tuh...
Ditambah sandal warna pink yang serasi dengan kulitnya. Wooowww....
Melongo plus nganga tuh para montir lapar dahaga. Berasa mau ditelan bulat-bulat deh.
“Silakan, Neng. Ada yang bisa Akang bantu?” Asip berusaha ramah lugu.
“Udah sama Mas Joko aja tho, dijamin oke pokoke,” Joko anak Semarang langsung nyamber juga.
“Hee... hei..  hee..pada  nggak sopan amat sih. Sini duduk, Manis. Kenalkan aku Kinoy cowok single paling keren.”

*******

“Aduh pada rese amat sih. Ngeri deh. Udah ah  Sintya mau servis aja kok. Biasa sama ganti oli. Ini kuncinya. Aku mau pulang,” katanya tegas.
“Bye semua. Titip motorku awas kalau sampai nggak beres ya?”
Yaa... penonton kecewa berat. Balik badan langsung bubar gantain berebut mau megang motor si  Manis tadi.
Dasar rese para cowok tuh.
Ngeselin banget nggak sih.
*****************
Dengan susah payah Kinoy memenangkan pertarungan dengan para kawanan montir itu dan saat ini sudah ngejogrok manis di teras Sintya.
Rumah yang asri penuh  bunga-bunga yang menghijau dan berseri seperti hati sang Jomblo saat ini.
“Maaf kelamaan nunggu.”
“Nggak apa kok, aku senang.”
“Ehm Sintya, kamu cantik banget sih.”
“Gombal.” Kelingan menggoda Imron ehh iman.
“Oya kamu mau khan jadi pacarku. Sory sesuai proposal cintaku di SMS kemaren loh.”
“Ehemm sebenernya aku juga suka kamu kok.”
“Jangan bingung ya, aku dah bosen punya cowok kece tapi pada selingkuh tuh.”
“Mending sama Kinoy aja biar jelek... ehh maaf. Yang penting baik.”
“Yihaaaa.....”
Seperti ketiban duren rasa hati Kinoy saat itu juga jantungnya berdebar lebih kencang
seperti genderang mau perang.... norak abis.
“Emak, akhinya dapat juga......!!”
“Pujaan hati yang kucari selama ini. Oh Dindaku sayang...”
Sintya terbengong asli seratus persen. Agak sangsi dengan kewarasan pacar barunya.

***************

PLAK
PLAK
“Aduh... “
“Papa jangan main tampar sama Mama lagi. Kasihan. Sintya benci sama Papah.”
“Sintya nggak tahan. Maaf aku mau pergi dari rumah ini.”
Cewek imut itu berlari bergegas menuju garasi dan segera berlalu dengan kepulan amarah dan tangis diwajahya.
Kinoy, tempatnya mengadu sudah menunggu di kost semrawut yang lebih damai baginya selama ini.

************
“Kinoy, aku mau tinggal sama kamu aja.”
“Pulanglah.”
“Nggak.”
“Ayo pulang kasian Mamamu.”
“Nggak akan.”
“Kamu mau tinggal di tempat jelek ini?”
“Mau asal sama kamu.”
“ Ya sudahlah terserah ajah.”

*********

Sebulan berlalu mereka tinggal bersama dengan kamar yang berbeda.
Lalu mereka berdua menikah tanpa restu kedua orangtua. Tentu saja dengan cara yang sama sekali nggak elit . Semua fasilitas pengantin saja pinjam dari baju sampai bedak.
Banyak yang simpati dan kasihan sekali pada mereka berdua.
Dan pagi ini Sintya melahirkan anak pertamanya. Haru biru dalam balutan nasib yang tak juga berubah. Haahh...

**********
Aroma rindu itu masih menyala walaupun terkadang padam dalam sekejab akan tetapi mereka mampu menghidupkan kembali. 
“Sintya, kamu nggak nyesel kawin sama aku?”
“Nggak kenapa?”
“Aku miskin.”
“Nggak apa?”
“Aku sayang kok.”

**************

Pergulatan hidup yang tak pasti selalu menghantui dan pada akhirnya akan tertelan masa juga.
Begitulah cinta tanpa mimpi manis bagi segelintir orang.
“Sintya, Maaf aku sudah tega menyakitimu. Aku....”
“Akuu...... Mau menikah lagi.”
Bagaikan geledek di siang bolong si Kinoy tega berkhianat.

######################################

No comments:

Post a Comment