Romantika Jadul
By: Mutiara Sakha
Pagi ceria di sebuah tempat kost yang ramai oleh
kicau para penghuninya. Mereka saling berebutan untuk melaksanakan kewajiban
yang menulikan telinga dan matikan rasa. Harus juga wajib untuk rela belajar
seriosa tanpa not dan apalagi nada
dasar.
“Hoi cepetan dong udah nggak nahan nih, perasaan dikit dong sama
cowok paling keren disini. Apa jadinya kalau nanti aku kedapeten gaya ancur
gini. Mati gaya dong!!”
“Iya nih, Nano lama amat jangan-jangan semaput
dah.”
“Sabar sih sabar ya tapi ya ga sabar juga bau pesing ginian.”
Riuh celotehnya mirip pasar yang penuh sesak.
********
Bersiul sambil melihat kanan kiri bak supir delman
Kinoy santai berkendara di pagi yang mulai panas apalagi kalau bukan utuk
mangkal di bengkel motor tempatnya mencari satu dua tiga suap nasi.
“Oh My love, My Darling, “ senandungnya basi
banget karena hanya dua kalimat itu yang dinyanyikan berulang-ulang.
Nyebalin nggak sih?
Bahkan kucing kesayangan Ninit anak ibu kost yang
galak itu langsung ngibrit begitu mendengar nyanyian ancur Kinoy.
Baginya hidup itu indah dan kudu dinikmati
bener-bener walaupun sebenernya hidupnya nggak pernah bener juga.
Bayangin aja dalam dua bulan cowok ini sudah ganti
pekerjaan tiga kali. Minum obat kali ya?
Tapi apa daya memang begitulah adanya, biar
emaknya sendiripun terkadang masih tidak percaya bahwa ternyata bisa melahirkan
anak yang aneh bin gokil seperti ini.
Hobynya miara ular gede dan ayam arab yang
imut-imut, bingun juga khan?
Katanya lumayan kalau kepepet ayamnya bisa buat
makanan si Ular gendut. Kasian, kasian,
kasian.
*****************
Untuk urusan cinta mencinta ini anak termasuk ancur
juga sih. Dalam lima kali nembak rekor ditolaknya bisa bisa enam kali. Lho kok bisa?
Ya, iyalah saking mangkelnya emak tercinta
ditembak juga. Alhasil kepala benjol dengan sukses berat. Tengsin tuh.
Nah pagi ini dengan niat dan semangat perjuangan empatlima, cowok itu pasang target
kudu dapet cewek entah bagaimanapun bentuknya. Ehh.... tampangnya.
***************
Bibirnya yang selalu tersenyum hari ini tambah
lebar dengan dahi yang lebar juga mirip lapangan bola sebelah bengkel.
“Hai, everybody. Gimana keren khan tampangku kali
inia?”
“Ehh ... Sudah telat malah bergaya. Kerja sana.!!”
Bos bengkel tiba-tiba datang tak diundang pulang tak diantar.
“Ya elah, Pak Bos. Sehat khan, gimana kabarnya
hari ini.” Kinoy membungkuk hendak mencium tangan tanda menyogok.
“Udah kagak usah betingkah, Lu. Kebiasaan telat
mulu,” Boss langsung pasang muka bebek. Wek wek wek...
“Awas. Lu ye
kalau saban ari telat, Gue pecat juga. Biar nambah daftar pemecatan, Elu!!”
Kinoy langsung ganti baju bengkel di kamar ganti
belakang. Percuma berdebat emang salah kok.
Memang sudah beberapa hari ini telat melulu gegara
para penghuni kost yang bertambah tanpa penambahan kamar mandi. Nasib ..nasib.
Ada satu kamar kost yang ditempati bertiga padahal
secara aturan yang manusiawi harusnya kudu berdua aja. Kebayang nggak sih
pengapnya juga sebelnya.
Iyalah, tambah populasi tambah pula akumulasi
masalahnya.
***********
Siang itu ramai orang untuk servic motornya. Para
pelanggan setia itu puas dengan
pelayanan bengkel karena ada fasilitas garansi dan
cuci gratis. Enak nggak tuh?
Ada satu lagi fasilitas yaitu SMS gratis untuk mengingatkan waktu servis bagi pelanggan.
Nah yang satu ini sering dipakai buat nambahin
kadar iseng para montir yang kebanyakan masih bujangan alias nggak laku juga.
Maksudnya bila ada pelangga cewek kece pasti pada ribut minta nomer
Handphonenya. Dengan alasan yang norak banget.
Ada yang bilang mau mampir kalau kehujanan di jalan, ada juga yang
bilang mau kasih kado kalau ulang tahun.
Nggak banget ....
************
“Tinn...tinnn.”
Seorang cewek masuk mengendarai motor matic,
berkaos merah ketat dengan celana jeans pendek warna hitam.
Wajah orientalnya manis dengan rambut di kuncir
tinggi. Saking tingginya malah hampir nyangkut di genteng. Bohong tuh...
Ditambah sandal warna pink yang serasi dengan
kulitnya. Wooowww....
Melongo plus nganga tuh para montir lapar dahaga.
Berasa mau ditelan bulat-bulat deh.
“Silakan, Neng. Ada yang bisa Akang bantu?” Asip
berusaha ramah lugu.
“Udah sama Mas Joko aja tho, dijamin oke pokoke,”
Joko anak Semarang langsung nyamber juga.
“Hee... hei..
hee..pada nggak sopan amat sih.
Sini duduk, Manis. Kenalkan aku Kinoy cowok single paling keren.”
*******
“Aduh pada rese amat sih. Ngeri deh. Udah ah Sintya mau servis aja kok. Biasa sama ganti
oli. Ini kuncinya. Aku mau pulang,” katanya tegas.
“Bye semua. Titip motorku awas kalau sampai nggak
beres ya?”
Yaa... penonton kecewa berat. Balik badan langsung
bubar gantain berebut mau megang motor si
Manis tadi.
Dasar rese para cowok tuh.
Ngeselin banget nggak sih.
*****************
Dengan susah payah Kinoy memenangkan pertarungan
dengan para kawanan montir itu dan saat ini sudah ngejogrok manis di teras
Sintya.
Rumah yang asri penuh bunga-bunga yang menghijau dan berseri
seperti hati sang Jomblo saat ini.
“Maaf kelamaan nunggu.”
“Nggak apa kok, aku senang.”
“Ehm Sintya, kamu cantik banget sih.”
“Gombal.” Kelingan menggoda Imron ehh iman.
“Oya kamu mau khan jadi pacarku. Sory sesuai
proposal cintaku di SMS kemaren loh.”
“Ehemm sebenernya aku juga suka kamu kok.”
“Jangan bingung ya, aku dah bosen punya cowok kece
tapi pada selingkuh tuh.”
“Mending sama Kinoy aja biar jelek... ehh maaf.
Yang penting baik.”
“Yihaaaa.....”
Seperti ketiban duren rasa hati Kinoy saat itu
juga jantungnya berdebar lebih kencang
seperti genderang mau perang.... norak abis.
“Emak, akhinya dapat juga......!!”
“Pujaan hati yang kucari selama ini. Oh Dindaku
sayang...”
Sintya terbengong asli seratus persen. Agak sangsi
dengan kewarasan pacar barunya.
***************
PLAK
PLAK
“Aduh... “
“Papa jangan main tampar sama Mama lagi. Kasihan.
Sintya benci sama Papah.”
“Sintya nggak tahan. Maaf aku mau pergi dari rumah
ini.”
Cewek imut itu berlari bergegas menuju garasi dan
segera berlalu dengan kepulan amarah dan tangis diwajahya.
Kinoy, tempatnya mengadu sudah menunggu di kost
semrawut yang lebih damai baginya selama ini.
************
“Kinoy, aku mau tinggal sama kamu aja.”
“Pulanglah.”
“Nggak.”
“Ayo pulang kasian Mamamu.”
“Nggak akan.”
“Kamu mau tinggal di tempat jelek ini?”
“Mau asal sama kamu.”
“ Ya sudahlah terserah ajah.”
*********
Sebulan berlalu mereka tinggal bersama dengan
kamar yang berbeda.
Lalu mereka berdua menikah tanpa restu kedua
orangtua. Tentu saja dengan cara yang sama sekali nggak elit . Semua fasilitas
pengantin saja pinjam dari baju sampai bedak.
Banyak yang simpati dan kasihan sekali pada mereka
berdua.
Dan pagi ini Sintya melahirkan anak pertamanya.
Haru biru dalam balutan nasib yang tak juga berubah. Haahh...
**********
Aroma rindu itu masih menyala walaupun terkadang
padam dalam sekejab akan tetapi mereka mampu menghidupkan kembali.
“Sintya, kamu nggak nyesel kawin sama aku?”
“Nggak kenapa?”
“Aku miskin.”
“Nggak apa?”
“Aku sayang kok.”
**************
Pergulatan hidup yang tak pasti selalu menghantui
dan pada akhirnya akan tertelan masa juga.
Begitulah cinta tanpa mimpi manis bagi segelintir
orang.
“Sintya, Maaf aku sudah tega menyakitimu. Aku....”
“Akuu...... Mau menikah lagi.”
Bagaikan geledek di siang bolong si Kinoy tega
berkhianat.
######################################
No comments:
Post a Comment