Wednesday, September 10, 2014

MERANGKAI ANGAN



MERANGKAI ANGAN


Hujan hadir saat  langit senja memerah
Hadirkan rona-titik air tersisa lelah
Sayu tatap lukiskan rerintih nelangsa
Padu baur membuncah tanpa nama
Wajah ayu masai gelisah tiada cerah
Mencari jawab dalam diam pasrah

Kecup tangis dalam getaran sukma
Peluk duka eratkan cumbuan manja
“Duhai, usah terjebak lumpur hina”
                        Mengapa hanya membenci terbaca?
Gairah terkulai memerah terkubur derita
Apa yang kau pinta?

Tertunduk ragu  duka  terhampar
Pias tanpa aliran  darah bernyawa
“Tataplah aku  tiada  indah !”
Jerit  hatimu meradang jengah
                        “Belahan jantungku tetap menyatu, tiada celah”
Diajeng,
Menatap mata  mekar  sempurna
Mencium  aroma tubuh paripurna
Apatah arti  tanya  yang kau miliki
Rindu tiada berbatas, butakan urat nadi
                        “Tiada terukur  hasrat untuk kau reguk”

Diajeng,
“Ku  peduli tak segalanya, You are My Size of love, Ever”
*************

No comments:

Post a Comment