MERANGKAI ANGAN
Hujan hadir saat langit senja
memerah
Hadirkan rona-titik air tersisa lelah
Sayu tatap lukiskan rerintih nelangsa
Padu baur membuncah tanpa nama
Wajah ayu masai gelisah tiada cerah
Mencari jawab dalam diam pasrah
Kecup tangis dalam getaran sukma
Peluk duka eratkan cumbuan manja
“Duhai, usah terjebak lumpur hina”
Mengapa hanya
membenci terbaca?
Gairah terkulai memerah terkubur derita
Apa yang kau pinta?
Tertunduk ragu duka terhampar
Pias tanpa aliran darah bernyawa
“Tataplah aku tiada indah !”
Jerit hatimu meradang jengah
“Belahan
jantungku tetap menyatu, tiada celah”
Diajeng,
Menatap mata mekar sempurna
Mencium aroma tubuh paripurna
Apatah arti tanya yang kau miliki
Rindu tiada berbatas, butakan urat nadi
“Tiada terukur hasrat untuk kau reguk”
Diajeng,
“Ku peduli tak segalanya, You are My Size of love, Ever”
*************
No comments:
Post a Comment