Cadikmu
Cadik berayun, menerpa lintasan cahaya
harum selaksa wangi menguar dari wajahmu
kabut dini hari memeluk erat dalam bayang
Cadik berayun, menerpa lintasan cahaya
harum selaksa wangi menguar dari wajahmu
kabut dini hari memeluk erat dalam bayang
Jika kau,
berurai coleteh burung yang selalu menyapa dalam anggun
tanpa beranjak
membisikan kekata manis diamdiam
Apapun terjadi saat ini
bukanlah sebuah kesalahan terdedah
terlipat dalam ketiak masa
Harapan terbentang sekian detik terlewati
bersua dengan garisgaris membiru
tanpa batas
aku menanti hingga batasmu
Nusakambangan, Februari keenam
berurai coleteh burung yang selalu menyapa dalam anggun
tanpa beranjak
membisikan kekata manis diamdiam
Apapun terjadi saat ini
bukanlah sebuah kesalahan terdedah
terlipat dalam ketiak masa
Harapan terbentang sekian detik terlewati
bersua dengan garisgaris membiru
tanpa batas
aku menanti hingga batasmu
Nusakambangan, Februari keenam