Gurat Cinta Terdalam
Berlomba dalam deru tertahanHilangkan duka reratap sendu
Perih manakala tersaput awan
Tersenyum samar berladang candu
Hela nafas cinta terhirup
Berat tertatih pikul beban
Tapaki harihari sunyi meredup
Mengayun langkah batu sedan
Jeritan pedati tua mengalir
Deras serupa air samudra
Bertahan saat dada terhimpit
Berpacu dalam nafas satusatu
Rebut nasi kering kehidupan
Elegi menyatu tiada henti
Seruak kabut dalam hati
Berteman debu lorong mati
Hayati perih lolongan sunyi
Tapaki diam tanpa hawa
Jumawa lelah kian terpana
Tak mampu berpaling mata
Buah hati setia berjaga
Ayah, Ibu...
Jejak air mata darahmu tersembunyi dalam dada
Cilacap, 12 Mei 2014.
No comments:
Post a Comment