LUKISAN CINTA
By: Mutiara Sakha
Diajeng,
Harap meluruh raga
Selama hayat bersemayam
Menyatu hara cinta
Jumawa menyatu lekat
Diajeng,
Hadirmu melara semaikan
benih surga
Beribu kenikmatan terhempas takdir
Diam tanpa arah berlabuh
Gema rerintih sukma meronta tanpa suara
Diajeng,
Tangis patah
nodai wangi aroma tubuh
Walaupun perih telan rerasa pahit
Ronta perih
menjelma jerit
Roda hidup tiada mampu bicara
Diajeng,
Awan putih berarak lempar senyum
Beterbangan aneka rerupa maya
Candai hitam putih mantra cinta
Dilema kehidupan hadirkan
lara
Labuhan hati meraja
Fajar merebak dalam untaian kata
Gema suaramu bersemayam lekat
Haru biru laksana dunia opera
Indah laksana
istana firdaus
Janji manis kita terpaut tanpa nama
Kisah selembar
daun gugur bersama senja
Laguna mimpi terisi madu kasih
Menguar lingkar takdir menjelma atas kepala
Nadir
kembali dalam titik kosong
Obade kembali nyata lalu mengelana
Pulang dalam dekap mutiara
Qaidah terangkat tanpa daya
;Rasa ini tak mampu tereja
Senerai biru terbawa angin malam
Tanpa suara jatuh
tertawan
Ungkapan sunyi memagut nyawa
Ve, nama yang selalu merenggut jiwa
Warna bibirmu bagai pelangi
X, tiada mampu cerna gulana
Ya, tanpamu tiada nafas mengalir
Zaman berlalu, mentari bergulung hanya milik kita?
Nusakambangan.
22 Juni 2014.
**********************************************************************
By: Mutiara Sakha
Diajeng,
Harap meluruh raga
Selama hayat bersemayam
Menyatu hara cinta
Jumawa menyatu lekat
Diajeng,
Hadirmu melara semaikan
benih surga
Beribu kenikmatan terhempas takdir
Diam tanpa arah berlabuh
Gema rerintih sukma meronta tanpa suara
Diajeng,
Tangis patah
nodai wangi aroma tubuh
Walaupun perih telan rerasa pahit
Ronta perih
menjelma jerit
Roda hidup tiada mampu bicara
Diajeng,
Awan putih berarak lempar senyum
Beterbangan aneka rerupa maya
Candai hitam putih mantra cinta
Dilema kehidupan hadirkan
lara
Labuhan hati meraja
Fajar merebak dalam untaian kata
Gema suaramu bersemayam lekat
Haru biru laksana dunia opera
Indah laksana
istana firdaus
Janji manis kita terpaut tanpa nama
Kisah selembar
daun gugur bersama senja
Laguna mimpi terisi madu kasih
Menguar lingkar takdir menjelma atas kepala
Nadir
kembali dalam titik kosong
Obade kembali nyata lalu mengelana
Pulang dalam dekap mutiara
Qaidah terangkat tanpa daya
;Rasa ini tak mampu tereja
Senerai biru terbawa angin malam
Tanpa suara jatuh
tertawan
Ungkapan sunyi memagut nyawa
Ve, nama yang selalu merenggut jiwa
Warna bibirmu bagai pelangi
X, tiada mampu cerna gulana
Ya, tanpamu tiada nafas mengalir
Zaman berlalu, mentari bergulung hanya milik kita?
Nusakambangan.
22 Juni 2014.
**********************************************************************
No comments:
Post a Comment