Wednesday, September 10, 2014

LUKISAN CINTA




LUKISAN CINTA
By: Mutiara Sakha



Diajeng,
Harap  meluruh raga
Selama hayat  bersemayam
Menyatu hara cinta
Jumawa menyatu lekat



Diajeng,
Hadirmu melara semaikan benih surga
Beribu kenikmatan terhempas takdir
Diam tanpa arah berlabuh
Gema rerintih sukma meronta tanpa suara


Diajeng,
Tangis patah  nodai wangi aroma tubuh
Walaupun  perih telan  rerasa pahit
Ronta  perih menjelma jerit
Roda hidup tiada mampu bicara

Diajeng,
Awan putih berarak lempar  senyum
Beterbangan  aneka rerupa maya
Candai hitam putih mantra cinta
Dilema kehidupan hadirkan lara
  Labuhan hati meraja
Fajar  merebak dalam untaian kata


Gema suaramu bersemayam lekat
Haru biru laksana dunia  opera
Indah laksana  istana firdaus
Janji manis kita terpaut tanpa nama
Kisah selembar  daun gugur bersama senja
Laguna mimpi terisi madu kasih

Menguar lingkar takdir menjelma atas kepala
Nadir  kembali dalam titik kosong
Obade kembali nyata lalu  mengelana
Pulang dalam dekap mutiara
Qaidah terangkat tanpa daya
;Rasa ini tak mampu  tereja
Senerai biru  terbawa angin malam
Tanpa suara jatuh tertawan
Ungkapan  sunyi memagut nyawa
Ve, nama yang selalu merenggut jiwa
Warna bibirmu bagai pelangi
X, tiada mampu cerna gulana
Ya, tanpamu tiada nafas mengalir
Zaman berlalu, mentari bergulung hanya milik kita?



                                                                                    Nusakambangan. 22 Juni 2014.

**********************************************************************
By: Mutiara Sakha



Diajeng,
Harap  meluruh raga
Selama hayat  bersemayam
Menyatu hara cinta
Jumawa menyatu lekat



Diajeng,
Hadirmu melara semaikan benih surga
Beribu kenikmatan terhempas takdir
Diam tanpa arah berlabuh
Gema rerintih sukma meronta tanpa suara


Diajeng,
Tangis patah  nodai wangi aroma tubuh
Walaupun  perih telan  rerasa pahit
Ronta  perih menjelma jerit
Roda hidup tiada mampu bicara

Diajeng,
Awan putih berarak lempar  senyum
Beterbangan  aneka rerupa maya
Candai hitam putih mantra cinta
Dilema kehidupan hadirkan lara
  Labuhan hati meraja
Fajar  merebak dalam untaian kata


Gema suaramu bersemayam lekat
Haru biru laksana dunia  opera
Indah laksana  istana firdaus
Janji manis kita terpaut tanpa nama
Kisah selembar  daun gugur bersama senja
Laguna mimpi terisi madu kasih

Menguar lingkar takdir menjelma atas kepala
Nadir  kembali dalam titik kosong
Obade kembali nyata lalu  mengelana
Pulang dalam dekap mutiara
Qaidah terangkat tanpa daya
;Rasa ini tak mampu  tereja
Senerai biru  terbawa angin malam
Tanpa suara jatuh tertawan
Ungkapan  sunyi memagut nyawa
Ve, nama yang selalu merenggut jiwa
Warna bibirmu bagai pelangi
X, tiada mampu cerna gulana
Ya, tanpamu tiada nafas mengalir
Zaman berlalu, mentari bergulung hanya milik kita?



                                                                                    Nusakambangan. 22 Juni 2014.

**********************************************************************

No comments:

Post a Comment