Rerintih Cinta Biru
Bening air mata tertumpah ruah
Genangan rindu dendam
Jerit hati memerah,
luka
Menganga bilur nestapa
Laguna cinta tiada
terbendung
Shubuh tiada
angin menemani
Bercengkrama diri tanpa arah berpulang
Hati tak lekang godaan
Saat anggur manis
tersaji indah
Mampukah aku terus melangkah tegar
“Honey, bisikan birumu selalu terngiang”
Setiap saat yang akan terlalui
Sepanjang hela
nafas yang tertahan
Bilik kalbu menjelma dalam diam
Tinggalkan semua anganangan semu menipu
“Kenapa kita terpisah jarak waktu tiada batas?”
Tiada yang mampu menjawabnya sampai matahari terbit lalu
tenggelam
Asmara
bertumbuh melata retas waktu
tersisa
Biarlah waktu
berikan jawaban buat kita
Hadirmu bagai impian tersembunyi harap
Mencarimu mantra
langit
Mencuri wajahmu
para Pemilik Rindu
Bermuara satu
rerasa pasti
Hatiku terisi satu
nama
Terukir tinta cemburu
“Aku pasti pulang
mengisi bilik sepi”
***********
No comments:
Post a Comment