Friday, January 10, 2014

LOMBA MENCARI JATI DIRI

Anakku kuceritakan sebuah kisah dimana Bunda tidak ingin engkau melihat orang lain dalam pencarian Jati Dirimu maka lihatlah diri dan sekitarmu...Alkisah ada dua orang sahabat yang bersahabat dengan amat sangat. Sebutlah Bimba dan Tabah. Mereka tiap hari bekerja mencari batu gunung untuk dipecahkan dan dijual. Setelah sekian lama mereka bekerja salah seorang dari mereka Bimba berbicara kepada Tabah. "Hai Tabah ! tidakkah engkau ingin menjadi seperti Matahari yang setiap hari menyinari kita, yang selalu menang dengan sinarnya." Jawab Tabah sambil bekerja "Tidak! aku ingin mencari batu yang banyak saja untuk dijual agar aku bisa mendapatkan upah banyak." Kata Bimba "oke ! kalo begitu lanjutkan kerjamu aku ingin menjadi Matahari." Tiba-tiba dengan kekuasaan Allah Bimba berubah menjadi Matahari. Dia tertawa senang dan gembira. "akulah matahari terkuat dan terhebat tidak ada yang mampu menghalangiku..ha ha ha..". Namun kemudian datanglah sekelompok awan menghalangi sinarnya. Kata Bimba " Wah..apa ini ternyata awan mampu mengalahkanku. Berarti awan lebih hebat dari Matahari kalo begitu aku ingin menjadi Awan!". Maka jadilah Bimba awan sesuai do'a yang dipanjatkan. Bimba terlihat senang dan bergerak ke sana kemari dengan tertawa senang. "ha ha ha..akulah awan yang tanpa lawan...hahaha". Namun tiba-tiba datanglah angin yang kencang dan membuat Bimba jauh dan hampir hilang. Katanya " hah ! ternyata angin lebih hebat dan kuat dari awan kalo begitu aku ingin jadi angin saja !." Maka dalam sekejap Bimba pun menjadi angin dan dengan bangganya pula Bimba menghembus ke sana kemari merusak dimana saja dia lewat hingga suatu saat Bimba ketemu dengan sebuat gunung batu dan ternyata gunung batu itu tidak dapat digerakkan dan dihancurkan oleh Bimba. Diapun berkata " wah ini gunung kuat juga ya..aku sudah sekuat tenaga tapi tidak bergerak juga kalo gitu aku ingin jadi gunung saja dan dia pun berdo'a..ya Allah jadikan aku gunung karena ternyata gunung itu yang terhebat dan terkuat." Maka dengan izin Allah jadilah Bimba gunung. Dia sangat gembira dengan bangga dan sombongnya dia berkata " akulah gunung yang hebat dan terkuat tidak ada hal apapun yang mampu memecahkan dan merusakku..hahahaha. Namun pada suatu hari dilihatnya seorang Tukang batu yang sedang memecahkan gunung batu dengan palu besarnya. Lama kelamaan gunung batu itupun habis dipecahkannya. Dalam hati Bimba mulai bimbang akan kekuatan gunung dan diapun berdo'a..ya Allah ternyata Tukang batu adalah yang terhebat. Coba bayangkan gunung batu bisa habis oleh badan dan palu yang dibawanya. Maka atas karunia Allah juga Bimba berubah menjadi Tukang Batu. Setiap hari Bimba datang ke gunung dan dipecahkannya gundukan demi gundukan untuk dimasukkan ke keranjang dan dijual. Namun dia merasa aneh dan sepi dalam hatinya berkata "dimanakah Tabah ya..."." teman seperjuangan dulu yang sama membawa palu utnuk memecah batu." Pada suatu hari ada seorang pemuda yang tampan dan gagah dengan baju bersih dan topi koboi lengkap dengan sepatu boot. Pemuda tersebut menyapa Bimba. "hai sobat...masih ingat aku?". Bimba terlihat kaget, dahinya mengkerut dan dengan suara pelan Bimba berkata "kaukah Tabah temanku dulu yang sama memecah batu?." " ya ya..kamu betul!, aku sekarang tidak lagi memecah batu. uang hasil batu yang ku jual dulu uangnya ku tabung dan ku belikan truk. sekarang aku juragan truk dan orang-orang ini semua bekerja padaku unuk mengumpulkan batu.".Bimba tampak malu dengan apa yang diperbuat selama ini. Dia ingat bagaimana sibuknya dia melihat orang lain dan ingin menjadi orang lain. (Diceritakan kembali oelh penulis dari seorang bijak yang dengan ihlas menuturkan cerita bijak. Terima Kasih).

No comments:

Post a Comment