Friday, January 10, 2014


MORNING SICKNESS


Anaku,
Mari  kuceritakan tentang perjuangan seorang ibu,
Ketika Dia masih kanak-kanak begitu asyik bercengkrama dengan boneka,
Diayun, dicium, dibelai dan dikenakan baju yang indah,
Begitu  meresapi dan menghayati peran itu melebihi laku seorang  pemain film ternama,

Anaku,
Ketika  Dia jelang dewasa sudah pandai bersolek, bangga dengan rambut panjangnya,
Bangga dengan manis senyumnya, terpikat dengan kemolekan tubuhnya,
Dirawat setiap hari dengan suka cita dan cinta,
Datang masanya bersua dengan Rajawali yang begitu menggetarkan sukma,
Mabuk oleh manisnya madu kehidupan,
Menunggu dengan sabar apa yang  selama ini di nantikan,
Dengan sambutan suka cita, hadinya seorang bayi dalam dekapan,

Anaku,
Episode penantian yang panjang tak mebuatnya jenuh untuk menantikan hadirmu,
Sabar dan iktiar selalu di jalani dengan  bangga,
Saat kabar yang di nantikan tiba,
Bagaikan ikan yang menari dalam alam liar dan menenangkan,
Hidup bagaikan secangkir susu panas yang menghangatkan,
Menikmati gerak dan rasa asing tiap pagi tiba,  tanpa batasan waktu ,

Anaku,
Ketika tiba masanya hadimu yang penuh dengan kesakitan dan ketakutan,
Hanya Tuhan Maha Rahim yang terlintas dalam ingatan,
Dalam keperihan tak dirasakan  terhapus oleh suara merdu lengkingan kecil,
Wahai lengkap sudah surga kecil dengan tangismu,

Anaku,
Hadirmu sangat berati baginya, tawamu bagaikan obat penawar rindu,
Senyummu bagaikan air surgawi Al kautsar,
Dia berikan hatinya,  kakinya, tanganya dan seluruh panca indera yang dipunyai,
Hanya   demi apa  yang  Dia pinta,
Doamu, doamu, baktimu, cintamu selama hidup di dunia dan di akhirat nanti,
Semoga dapat berkumpul di Jannah nya kelak,


Pulau Napi, 11 januari 2014,

Your   Sincerelly,

 Bundamu



2 comments: