Jemari menari bagaikan bidadari, menyetak pergi dalam kesunyian panjang
Rasa melanglang dalam jelaga hitam pekat terjerembab
Jiwaku merindu dalam tobat
Hariku teramat padat dalam maksiat
Topi yang biadap merontokan gigi malu
Terkapar dalam candu asmara pongah
Mabuk dalam angkara nafsu fitnah
Tak siapapun mau mendekat
Tak seorangpun hadir
Apatah lagi Malaikat hitam
Jiwa bermunajat
Dalam khianat sekarat
Kemana aku kan pergi........
Sendiri....
Merintih....
Perih....
Nusakambangan, 22 januari 2014
Coretanpenabunda.blogspot.com
puisi ke 9
No comments:
Post a Comment