Wednesday, January 22, 2014

ASA PEKAT




Jemari menari bagaikan bidadari, menyetak pergi dalam kesunyian panjang
Rasa melanglang dalam jelaga hitam pekat terjerembab
Jiwaku merindu dalam tobat
Hariku  teramat padat dalam maksiat

Topi yang biadap merontokan gigi malu
Terkapar dalam candu asmara pongah

Mabuk dalam angkara nafsu fitnah

Tak  siapapun mau mendekat
Tak seorangpun hadir
Apatah lagi Malaikat hitam

Jiwa  bermunajat
Dalam khianat   sekarat

Kemana aku kan pergi........
Sendiri....
Merintih....
Perih....

Nusakambangan, 22 januari 2014
Coretanpenabunda.blogspot.com

puisi ke 9

No comments:

Post a Comment