Hamparan landscape itu
Aku tak lupakan sedikitpun tiap detailnya
Pohon flamboyan seolah menjadi cirinya
Hampir setiap hari aku selalu melewatinya
Meniti jalur flamboyan bersama teman sekolah
Seperti merajut benang menjadi kain primadona
Seperempat abad sudah kenangan itu terkubur dalam
Jejak flamboyan bak sebuah landasan pacu pesawat
Yang mengantarkan aku dan puluhan bahkan ratusan jejak yang melewatinya
Berada dalam langkah sekarang
Seandainya aku diijinkan sejenak
Kembali menemui masa itu
Aku ingin mengajakmu kembali berjalan
Menapaki panasnya aspal dan debu jalan
Oh tidak !
Aku tak ingin mengulang perpisahan
Cukup bagiku sekali saja berpisah
Agar luka tak semakin terasa
Aku hampir lupa
Tuhan telah menulis takdir dengan siapa kita berjodoh.
Namun tetap kusebut namamu dalam setiap do'a dan pinta
Terima kasih telah singgah
(Sebuat Titipan Coretan Pena Sahabat)
No comments:
Post a Comment